Manfaat Pare Bagi Kesehatan Tubuh

  • 3 min read
  • Nov 30, 2021
Pare adalah salah satu jenis buah labu-labuan yang sering menjadi pelengkap saat menghidangkan siomai. Rasa pare yang pahit membuat banyak orang mungkin tidak menyukainya. 
Namun, tahukah Anda bahwa pare memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh? Simak artikel ini untuk mengetahui berbagai kandungan nutrisi dan khasiat pare.
Pare, yang memiliki nama Latin Momordica charantia, merupakan jenis tanaman merambat yang buahnya sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan atau pengobatan. 
Pare tergolong dalam suku labu-labuan atau Cucurbitaceae dengan ciri khas kulit buahnya yang bergerigi.
Selain pare, buah ini juga dikenal dengan berbagai nama di Indonesia, seperti paria, peria, atau pepareh. 
Dalam bahasa Inggris, pare memiliki nama balsam pear, bitter melon, atau bitter gourd karena cita rasanya yang cenderung pahit.
Pare mengandung berbagai vitamin, seperti vitamin A, C, E, B1, B2, B3, dan B9. 
Selain itu pare juga mengandung mineral, seperti kalium, kalsium, zinc, magnesium, fosfor, dan zat besi, serta kandungan senyawa antioksidan, seperti fenol, dan flavonoid.
Nutrisi yang terkandung di dalamnya membuat pare memiliki banyak khasiat.
Manfaat Pare Bagi Kesehatan Tubuh
1. Meningkatkan kesehatan pencernaan
Selain rendah kalori, buah pare juga kaya kandungan serat. Serat makanan membantu melancarkan pencernaan dan gerakan peristaltik makanan melalui sistem pencernaan.
Pare dipercaya memiliki efek pencahar alami yang dapat membantu meredakan sembelit atau konstipasi. 
Senyawa antibakteri pada pare juga dapat membantu melawan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) yang menyebabkan tukak lambung.
Tingginya kandungan charantin mampu membantu meningkatkan serapan glukosa dan sintesis glikogen. 
Hal ini dapat membantu Anda menurunkan berat badan berlebih dengan mengurangi penyimpanan sel-sel lemak.
2. Meningkatkan kesehatan tulang dan penyembuhan luka
Pare juga mengandung vitamin K, yakni salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak. Manfaat vitamin K salah satunya adalah mengatur pembekuan darah normal dengan membantu pembentukan protrombin. 
Kekurangan protrombin dapat membuat tubuh Anda mudah memar meski hanya mengalami cedera ringan.
Studi yang diterbitkan Journal of Osteoporosis menyebutkan, asupan makanan sumber vitamin K dapat meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko mengalami patah tulang.
Hal ini dikarenakan vitamin K pada pare bermanfaat membantu menyebarkan kalsium ke seluruh tubuh. Vitamin K juga membantu pembentukan protein osteokalsin untuk proses pengerasan tulang.
3. Membantu mengobati HIV dan herpes
Sebuah penelitian yang diterbitkan Biomedical and Pharmacology Journal menunjukkan bahwa komposisi fitokimia pare, yakni MAP30 yang berupa senyawa antivirus dapat menghambat aktivitas HIV atau human immunodeficiency virus. 
HIV secara spesifik menyerang sel CD4 yang berperan dalam perlawanan infeksi.
Protein MAP30 pada pare dapat menghambat infeksi HIV baru, caranya dengan merangsang sistem kekebalan dan menghasilkan lebih banyak sel CD4.
Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa protein MAP30 pada pare juga dapat membantu mengobati pasien herpes simpleks virus-1 (HSV-1) dengan menghambat reproduksi virus dan mengurangi kemampuannya untuk membentuk plak.
4. Mengobati masalah kulit
Manfaat pare lainnya adalah sebagai pengobatan alternatif untuk berbagai masalah kulit, baik yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri.
Senyawa antijamur dan antibakteri yang terdapat dalam daun pare bisa membantu melawan infeksi kulit, termasuk kurap (ringworm) dan kudis (scabies). 
Caranya, Anda cukup mengekstrak daun pare dan oleskan pada area kulit yang mengalami gangguan.
Senyawa anti-inflamasi dalam buah pare dapat mengobati kondisi kulit, seperti eksim dan psoriasis. 
Pare juga dapat membantu menghentikan aktivitas guanylate cyclase, yakni enzim yang dapat memperburuk kondisi psoriasis.
5. Meredakan asma dan gangguan pernapasan lainnya
Kandungan pare mampu mencegah penyakit pernapasan umum, seperti batuk, flu, atau pilek. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, jus dari buah pare juga digunakan untuk mengobati kondisi pernapasan tertentu, seperti batuk kering, bronkitis, dan asma selama ratusan tahun.
Pare memiliki sifat antihistamin, anti-inflamasi, dan antivirus yang membuat pare menjadi makanan tambahan yang ideal dalam menjaga kesehatan pernapasan.
6. Menjaga kesehatan mata
Pare mengandung senyawa flavonoid, seperti α-karoten, β-karoten, lutein, dan zeaxanthin yang bisa membantu meningkatkan kesehatan mata Anda. 
Kandungan lain pada pare juga dapat mencegah katarak dan glaukoma yang disebabkan oleh komplikasi diabetes.
Berkat kandungan nutrisi ini, pare dapat meningkatkan fungsi penglihatan terutama masalah penglihatan di malam hari akibat rabun senja serta memperlambat degenerasi makula.
7. Meningkatkan kekebalan tubuh
Pare mengandung senyawa antioksidan yang berlimpah, salah satunya vitamin C. Antioksidan membentuk pertahanan terhadap benda asing yang akan merusak tubuh, seperti radikal bebas yang bisa menyebabkan sejumlah penyakit.
Nah, Anda bisa memperoleh sekitar 58 miligram vitamin C dalam 100 gram buah pare. Hal ini berarti, pare bisa memenuhi lebih dari setengah kebutuhan vitamin C harian orang dewasa, yakni 90 miligram untuk pria dan 75 gram untuk wanita.
Penelitian juga menunjukkan, pare mengandung beberapa agen antibakteri dan antivirus. Pare juga mengandung agen anthelmintik, yakni senyawa antiparasit yang bisa membantu mengeluarkan cacing parasit dari dalam tubuh.
8. Mengendalikan gula darah
Pare memiliki kandungan magnesium yang berfungsi untuk memaksimalkan kerja hormon insulin. Dikutip dari World Journal of Diabetes, kondisi diabetes tipe 2 sering dikaitkan dengan kekurangan magnesium dalam tubuh.
Magnesium yang Anda peroleh melalui pare dapat memaksimalkan insulin yang bertugas mengatur kadar gula darah. 
Sehingga pare bisa Anda jadikan sebagai pilihan makanan untuk membantu menurunkan gula darah. 
Selain itu, pare juga mampu mencegah penumpukkan glukosa dalam darah dan memindahkannya ke hati, otot, dan jaringan lemak.
Meskipun begitu, kandungan pare tidak serta-merta dapat Anda gunakan untuk pra-diabetes atau diabetes. Konsultasikan pada dokter Anda untuk mendapatkan solusi terbaik.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *